Redenominasi Rupiah dengan Menghapus 3 Angka Nol


Redenominasi alias penyederhanaan mata uang rupiah dengan menghapus 3 angka nol akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia, yang akan disosialisasikan hingga tahun 2017 nanti. Proses redenominasi saat ini koordinator pelaksananya berada di tangan Wakil Presiden RI. Darmin optimistis, sebelum masa jabatannya berakhir di 2013, proses penyederhanaan mata uang rupiah ini akan berjalan lancar.

Redenominasi merupakan proses penyederhanaan nilai mata uang rupiah. Dalam kajian sebelumnya, redenominasi akan menghilangkan 3 nol dalam nominal rupiah sekarang, namun tidak akan mengurangi nilainya.

Misalnya adalah uang Rp 1.000.000 nantinya menjadi Rp 1.000 namun nilainya tidak berkurang.

Jadi Rp. 1000 nanti akan menjadi Rp. 1.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan penyederhanaan mata uang rupiah alias redenominasi berbeda dengan sanering. Sanering merupakan pemotongan nilai uang, sedangkan redenominasi merupakan penyederhanaan nominal rupiah yang tidak mengurangi nilainya.
Agus Marto mengharapkan masyarakat dapat memahami perbedaan redenominasi dengan sanering agar tidak terjadi kesalahpahaman dan resistensi di kalangan masyarakat. Redenominasi pada prinsipnya merupakan penyederhanaan jumlah digit pada denominasi mata uang tanpa mengurangi daya beli, harga, atau nilai tukar mata uang tersebut terhadap harga barang dan jasa.

BI beberapa kali menegaskan, redenominasi bukanlah sanering karena nilai rupiah tidak akan berkurang setelah redenominasi. BI memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yakni sosialisasi yang semula dilaksanakan di tahun ini.

Redenominasi diperkirakan makan waktu selama 5-10 tahun. Jadwal redenominasi seperti yang disusun BI adalah:

  • 2011-2012 : Sosialisasi
  • 2013-2015 : Masa Transisi
  • 2016-2018 : Penarikan Mata Uang Lama
  • 2019-2022 : Penghapusan Tanda Redenominasi di Mata Uang dan Proses Redenominasi Selesai.

Indonesia memang pernah mengalami hiperinflasi, namun tidak pernah melakukan redenominasi.
Yang terjadi hanyalah nilai rupiah yang merosot tajam.
Menurut studi dari Departemen Ilmu Politik Universitas North Carolina, Indonesia pernah hiperinflasi tinggi yakni pada tahun 1962 (131%), 1963 (146%), 1964 (109%), 1965 (307%), 1966 (1136%), 1967 (106%), dan 1968 (129%).

Banyak negara yang mengalami hiperinflasi dan akhirnya melakukan redenominasi. Nah, untuk redenominasi yang akan dilakukan Indonesia nanti tidak dikarenakan hiperinflasi, namun semata-mata untuk menyederhanakan saja.

Berikut daftar beberapa negara yang sukses melakukan redenominasi mata uangnya, baik dengan menambah ataupun mengurangi angka nol dalam pecahan uangnya (dari berbagai sumber).

  1. Afghanistan: menghilangkan 3 angka nol
  2. Turki: mengurangi 6 angka nol.
  3. Zimbabwe: menghilangkan 3 angka nol
  4. Ghana: menghilangkan 4 angka nol
  5. Brasil: menghilangkan 18 angka nol, melalui 6 kali operasi pada 1967, 1970, 1986, 1989, 1993 dan 1994.
  6. Argentina: menghilangkan 13 angka nol melalui 4 kali operasi pada 1970, 1983, 1985, 1992.
  7. Israel: menghilangkan 9 angka nol melalui 4 kali operasi pada 1980 dan 1985.
  8. Bolivia: menghilangkan 9 angka nol melalui 2 kali operasi tahun 1963 dan 1987.
  9. Peru: menghilangkan 6 angka nol melalui 2 kali operasi pada thaun 1985 dan 1991.
  10. Ukraina: menghilangkan 5 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1996.
  11. Polandia: menghilangkan 4 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1995.
  12. Meksiko: menghilangkan 3 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1993.
  13. Rusia: menghilangkan 3 angka nol dalam 3 kali operasi pada tahun 1947, 1961 dan 1998.
  14. Islandia: menghilangkan 2 angka nol dalam 1 kali operasi pada tahun 1981.

RUU Redenominasi telah masuk dalam Prolegnas dan bakal dibahas DPR tahun ini. Jika disetujui, mulai 2014 bakal dimunculkan mata uang baru hasil redenominasi, sehingga ada 2 mata uang yang beredar di masyarakat. Setelah itu secara perlahan hingga 2017 redenominasi dilakukan dan mata uang rupiah lama akan hilang di masyarakat.

Sedikit bahan renungan, apabila terjadi redenominasi ini, maka penamaan rupiah nantinya akan mirip dengan dollar amerika (usd). Karena akan ada konsep sen juga (cent), cmiiw…
Sekarang; nilai tukar 1 USD = Rp. 9300.
setelah redenominasi; 1 USD = Rp. 9,3